Forums and Chat for Indonesia's English-speaking community
Who's Online
0 registered (), 107 Guests and 8 Spiders online.
JakChat on Facebook
Keep up with JakChat
through Facebook!
December
M Tu W Th F Sa Su
1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31
Weather
Jakarta temperature now.
Sun Rise/Set:
5:27/17:53
Moon Rise/Set:
16:08/3:31
Top Posters
KuKuKaChu 10790
Dilli 8044
Piss Salon 4039
Roy's Hair 3974
juminten 3870
Jokie Jokie Girl 2552
Marmalade 2471
chewwyUK 2392
kenyeung 2374
Vulgarian 2369
Forum Stats
5101 Members
17 Forums
13368 Topics
105287 Posts
Max Online: 841 @04 Apr 08 15:38
ZenQuote
The aim of a joke is not to degrade the human being but to remind him that he is already degraded.
George Orwell
Urban Dictionary
Word of the Day
bless it up
A term used to tell someone to pray before an event.
bless it up so we can eat.
Topic Options
Rate This Topic
#1063 - 11 Nov 05 16:39 OOT: Memanusiakan manusia~Hargailah harga diri seseorang.
ivands Offline
Member+

Registered: 07 Nov 05
Posts: 51
Loc: Jakarta
Harga Diri Seorang Gelandangan [True story] Foto sang gelandangan.
Seorang warga dari negara bagian Illinois, Amerika Serikat yang dikarenakan
menganggur lalu jatuh miskin dan melarat. Ia hidupnya menggelandang. Suatu hari,
dengan tertatih-tatih masuk ke sebuah halaman rumah mewah. Dan bisa ditebak, itu
adalah sebuah keluarga yang kaya raya. Tuan rumah sedang berbaring di sebuah
kursi goyang berjemur matahari.


(Erabaru.or.id) - "Tuan, apakah ada pekerjaan yang dapat kukerjakan untuk Anda?
Saya sudah cukup lama tidak makan."

Si tuan rumah melirikkan mata dan menggeserkan tubuhnya. Dengan mimik dipenuhi
rasa muak berkata, "Tidak ada, tidak ada!" Dan begitu berpaling, berteriak:
"John, cepat bawa sisa nasi kemari, usir orang memuakkan ini!"

Sebelum tuan rumah selesai bicara, gelandangan itu segera berbalik arah, dan
dengan langkah gontai meninggalkan halaman rumah itu. Namun, ia benar-benar
sudah terlampau lelah. Setelah berjalan cukup lama tanpa henti, mau tidak mau
berhenti dan istirahat sejenak.

Kota itu sudah hampir sampai, di tempat yang tidak jauh darinya adalah sebuah
rumah terakhir. "Pergi, atau tidak?" Ia merasa ragu. Seporsi sisa nasi dingin
ditukar dengan harga diri, lebih baik pergi saja, meskipun harus mati" beberapa
saat kemudian, ia berdiri, lebih baik pergi lagi mengadu nasib, belum tentu
manusia di dunia semuanya seperti itu.

Ia kembali ragu-ragu dan merasa bimbang, ah lebih baik memberanikan diri untuk
terakhir kalinya, dan ia pun masuk.

Tuan rumah kebetulan sedang memotong rumput di halaman, adalah seorang wanita.
Ia tidak begitu berani untuk masuk dan dengan cermat menduga-duga si tuan rumah.
"Maaf, numpang tanya, apakah ada pekerjaan yang bisa kukerjakan untuk Anda? Saya
sudah lama tidak bekerja."

Tuan rumah berpaling, dan menaksir-naksir gelandangan yang kelelahan di
hadapannya. Ia memandangnya dengan sangat seksama. Ia mengangkat kepalanya,
namun tidak berani langsung menghadapnya.

Satu menit, dua menit, tuan rumah tidak bicara. Dan ia menanti untuk ditolak,
"Jika ia berteriak memanggil John, maka saya pikir, ya sudahlah, lebih baik
sendiri pergi saja." "Oh, ada. Wah, di tempat saya ini banyak sekali kerjaan
yang perlu kamu kerjakan," demikian ujar si empunya. Suaranya sangat ramah. Dan
kepalanya yang diangkat menunduk dengan sendirinya.

"Tetapi, tampaknya kamu sudah sangat lelah, istirahat dulu sejenak, dan setelah
makan baru mulai bekerja."

Ia benar-benar sudah sangat lelah, lagi pula sangat lapar, dan benar-benar
berharap bisa makan sekali dengan nikmat sepuasnya, kemudian tidur lelap
sejenak. "Akan tetapi tidak, biarlah saya selesai kerja dulu," kemudian suaranya
sangat keras, ia nyaris berteriak dengan sekuat tenaga. Si empunya wanita merasa
ragu sejenak, namun akhirnya mengangguk-anggukkan kepalanya. Selanjutnya, dengan
sesukanya, kemudian ia menunjuk. "Baiklah, tolong kamu bantu memindahkan
kayu-kayu bakar ini ke sudut tembok barat sana, sebenarnya sejak tadi saya ingin
memindahkannya, tetapi terlalu berat, dan dengan adanya Anda sekarang,
benar-benar lega rasanya. Saya pergi dulu menyiapkan beberapa makanan untuk
Anda."

Ia langsung bekerja begitu disuruh, dan si gelandangan tiba-tiba merasa seluruh
badannya dipenuhi dengan semangat kerja yang belum pernah ada sebelumnya, dan ia
segera mulai bekerja memindahkan kayu-kayu bakar itu. Sebenarnya tumpukan
kayu-kayu bakar itu tidak banyak, dan sebatang kayu bakar terakhir juga telah
dipindahkan ke sudut tembok itu, begitu rapi dan lega. Dan masakan tuan rumah
juga telah disiapkan, sesepoi-sepoi aroma harum yang menusuk hidung terbang
keluar, dan memenuhi segenap halaman rumah.

Dan ini adalah makanan yang paling nikmat, pertama kali yang dimakan si
gelandangan. Ia merasa, ketika dirinya sangat kaya juga belum pernah makan
dengan senikmat ini. Si tuan rumah menemaninya makan bersama, makannya sangat
sedikit, namun ekspresi keramahtamahan dan kasih sayang di segenap wajahnya
bagaikan bunda suci. Akhirnya selesai makan. Ia lalu berhenti sebentar, menyapu
sekali lagi tempat tumpukan kayu bakar tadi, dan bermain-main sejenak dengan
bocah sang tuan rumah, kemudian ia memulai perjalanannya setelah mengucapkan
terima kasih kepada tuan rumah.

Setelah gelandangan pergi, tiba-tiba anak si tuan rumah mengemukakan sebuah
pertanyaan, "Mama, kayu bakar itu dipindahkan dari timur ke barat, kemudian dari
barat dipindahkan lagi ke timur, sudah beberapa puluhan kali. Mengapa setiap
kali orang yang meminta-minta datang kemari, mama selalu menyuruhnya memindahkan
ke sana kemari? Beberapa hari yang lalu, bukankah baru saja ada orang
memindahkan kayu bakar dari tembok barat dan memindahkannya kemari?"

"Mereka sendiri bukankah ingin bekerja? Mama sendiri juga tidak ada pekerjaan
lain yang dapat mereka kerjakan," demikian ujar mamanya malah balik bertanya.

"Akan tetapi, kan kayu-kayu bakar itu sama sekali tidak perlu dipindah. Jika
tidak ada pekerjaan untuk mereka kerjakan, bukankah mama bisa langsung
memberikan makanan untuk mereka?" si anak tetap saja tidak paham.

"Tidak nak, kamu sekarang masih belum paham, kamu tidak boleh menyuruh siapa pun
juga menggunakan harga diri untuk menukarnya dengan sepiring nasi, biarkan
mereka menukarnya dengan tenaganya untuk bekerja, dan itu sudah cukup. Dan mulai
sekarang kamu akan memahaminya." Si anak kelihatannya mengerti meskipun tidak
paham mengangguk-anggukkan kepalanya.

(Sumber: The Epoch Times)
_________________________
i

Top
#1064 - 18 Nov 05 08:23 Re: OOT: Memanusiakan manusia~Hargailah harga diri seseorang.
inggrit brown Offline
Member+++

Registered: 18 Oct 05
Posts: 398
Loc: Jakarta
iva.... aku capek bacanya....!
_________________________
little jungle bunny

Top
#1065 - 07 Dec 05 15:48 Re: OOT: Memanusiakan manusia~Hargailah harga diri seseorang.
inggrit brown Offline
Member+++

Registered: 18 Oct 05
Posts: 398
Loc: Jakarta
see...! nobody read your posts :-(
_________________________
little jungle bunny

Top
#1066 - 07 Dec 05 18:22 Re: OOT: Memanusiakan manusia~Hargailah harga diri seseorang.
nice_girl Offline
Member++

Registered: 20 Oct 05
Posts: 167
Loc: Central Jakarta
hi Ivand, bagus juga juga loe punya bacaan....tapi sayang baru kali ini aku baca, aku terlalu terlena dengan cerita-cerita cengeng...

ya terkadang di sekeliling kita ada pristiwa seperti itu......
makanya acapkali kita serba salah ketika ada peminta-peminta menengadahkan tangan lalu kita nggak memberi sepeserpun, ko' kesannya pelit banget gitu......tapi disisi lain emang kita harus berlaku seperti itu biar mereka nggak keterusan dan biar mereka merasa bahwa untuk mendapatkan uang seperserpun perlu banting tulang....
nah, aku punya teman, as lon as I know, kerjaan dia setiap harinya adalah memoles diri dan berharap tamu yang menjemptnya malam nanti seseorang yang bisa memberinya uang... itu juga salah satu usaha untuk mencari uang kan? ya paling tidak dia tidak sekedar ongkang-ongkan kaki di kamar lalu uang datang menghampirinya tapi dia butuh extra kerja keras dan yang pasti bukan hanya berpeluh keringat karena sudah pasti kerjanya banting tulang untuk mendapatkan uang!
dan itu juga harus dihargai toh?

Top
#105975 - 06 Nov 09 15:14 Re: OOT: Memanusiakan manusia~Hargailah harga diri seseorang. [Re: ivands]
adelina Offline
Member*

Registered: 17 Mar 09
Posts: 559
Loc: in your heart
so touching frown
_________________________
peace, love and friendship

Top
#106523 - 21 Nov 09 16:33 Re: OOT: Memanusiakan manusia~Hargailah harga diri seseorang. [Re: adelina]
balthazar_lie Offline
Member

Registered: 21 Nov 09
Posts: 4
Loc: west jakarta - jakarta - indon...
"jangan menggunakan harga diri untuk menukarnya dengan sepiring nasi" nice quote smile

Top
#106530 - 22 Nov 09 20:42 Re: OOT: Memanusiakan manusia~Hargailah harga diri seseorang. [Re: balthazar_lie]
Donna_D Offline
Member+++

Registered: 17 Nov 08
Posts: 304
Loc: J-town
ada yang bisa kasih tau kesimpulannya?
_________________________
~Start every day off with a smile and get it over with.

Top
#106537 - 23 Nov 09 10:49 Re: OOT: Memanusiakan manusia~Hargailah harga diri seseorang. [Re: Donna_D]
adelina Offline
Member*

Registered: 17 Mar 09
Posts: 559
Loc: in your heart
yang dibilang baltazhar itu kesimpulannya donna smile
_________________________
peace, love and friendship

Top


Moderator:  bulegaul 
Shout Box

JakChat supports:
Okusi Associates: Indonesian Business & Management Services
Jawawa.id: Indonesian Business News
Ubuntu Indonesia
Living in Indonesia Information Website