|
1 registered (Marmalade),
27
Guests and
8
Spiders online. |
|
|
Bank Indonesia transaction mid-rates on 07 Sep 2010
USD 1 = SGD 1.35 USD 1 = IDR 9011 SGD 1 = IDR 6692 EUR 1 = IDR 11531 AUD 1 = IDR 8245 GBP 1 = IDR 13850
|
|
|
|
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
|
6
|
7
|
8
|
9
|
10
|
11
|
12
|
|
13
|
14
|
15
|
16
|
17
|
18
|
19
|
|
20
|
21
|
22
|
23
|
24
|
25
|
26
|
|
27
|
28
|
29
|
30
|
|
|
|
|
4203 Members
16 Forums
11118 Topics
97185 Posts
Max Online: 841 @04 Apr 08 15:38
|
|
|
There's no sense in being precise when you don't even know what you're talking about.
John von Neumann
|
|
|
#109376 - 29 Mar 10 10:55
Kutipan dari Facebook
|
Member++
Registered: 17 Jan 10
Posts: 173
Loc: Jl. Wahid Hasyim
|
CURHAT 4Yesterday at 9:58am Saat sang suami membuka laptop alamarhum istrinya:Ayah, mengapa keluargamu sangat membenciku?Aku dihina oleh mereka ayah. Mengapa mereka bisa baik terhadapku pada saat ada dirimu? Pernah suatu ketika aku bertemu Dian di jalan, aku menegurnya karena dia adik iparku tapi aku disambut dengan wajah ketidaksukaannya. Sangat terlihat Ayah..Tapi ketika engkau bersamaku, Dian sangat baik, sangat manis dan ia memanggilku dengan panggilan yang sangat menghormatiku. Mengapa seperti itu ayah? Aku tak bisa berbicara tentang ini padamu, karena aku tahu kamu pasti membela adikmu, tak ada gunanya Yah. Aku diusir dari rumah sakit. Aku tak boleh merawat suamiku.Aku cemburu pada Desi yang sangat akrab dengan mertuaku. Tiap hari ia datang ke rumah sakit bersama mertuaku. Aku sangat marah. Jika aku membicarakan hal ini pada suamiku, ia akan pasti membela Desi dan ibunya.. Aku tak mau sakit hati lagi. Ya Allah kuatkan aku, maafkan aku.. Engkau Maha Adil.. Berilah keadilan ini padaku, Ya Allah.. Ayah sudah berubah, ayah sudah tak sayang lagi pada ku. Aku berusaha untuk mandiri ayah, aku tak akan bermanja-manja lagi padamu. Aku kuat ayah dalam kesakitan ini. Lihatlah ayah, aku kuat walaupun penyakit kanker ini terus menyerangku. Aku bisa melakukan ini semua sendiri ayah.. Besok suamiku akan menikah dengan perempuan itu. Perempuan yang aku benci, yang aku cemburui. Tapi aku tak boleh egois, ini untuk kebahagian keluarga suamiku. Aku harus sadar diri. Ayah, sebenarnya aku tak mau diduakan olehmu. Mengapa harus Desi yang menjadi sahabatku? Ayah.. aku masih tak rela. Tapi aku harus ikhlas menerimanya. Pagi nanti suamiku melangsungkan pernikahan keduanya. Semoga saja aku masih punya waktu untuk melihatnya tersenyum untukku. Aku ingin sekali merasakan kasih sayangnya yang terakhir. Sebelum ajal ini menjemputku. Ayah.. aku kangen ayah.. Sang suami pun menitikan air mata penuh penyesalan.... Aku akan selalu membawakanmu bunga mawar. Bunda akan selalu hidup dihati ayah. Bunda... Desi tak sepertimu, yang tidak pernah marah. Desi sangat berbeda denganmu, ia tak pernah membersihkan telingaku, rambutku tak pernah di creambathnya, kakiku pun tak pernah dipijatnya. Ayah menyesal telah menelantarkanmu selama 2 tahun, kamu sakit pun aku tak perduli, hidup dalam kesendirianmu. Seandainya Ayah tak menelantarkan Bunda, mungkin ayah masih bisa tidur dengan belaian tangan Bunda yang halus. Sekarang Ayah sadar, bahwa ayah sangat membutuhkan bunda. Bunda, kamu wanita yang paling tegar yang pernah kutemui. Aku menyesal telah asik dalam ego-ku. Bunda... maafkan aku. Bunda tidur tetap manis. Senyum manjamu terlihat di tidurmu yang panjang. Maafkan aku, tak bisa bersikap adil dan membahagiakanmu, aku selalu meng-iyakan apa kata ibuku, karena aku takut menjadi anak durhaka. Maafkan aku ketika kau di fitnah oleh keluargaku, aku percaya begitu saja. Apakah Bunda akan mendapat pengganti ayah di surga sana....? Apakah Bunda tetap menanti ayah disana....? Tetap setia dialam sana....? Tunggulah Ayah disana Bunda... Bisa kan? Seperti Bunda menunggu ayah di sini... Aku mohon.. Ayah Sayang Bunda.. Saya malu ya Allah.. benar-benar malu. Dalam hati, saya teriak dan menangis. “Ya Rabb, jadikan penyesalan ku ini sebagai penyesalan terakhir. Beri aku kemampuan untuk mengerahkan semua instrument yang Kau anugerahkan sebagai Kompas untuk penuntun langkah dalam setiap detak kehidupan, hingga tiada lagi penyesalan tak berguna. Ijinkan aku menitipkan cinta untuk semua makhluk yang telah Kau hadirkan tuk belajarku. Pandu aku untuk bisa selalu bermuhasabah. Ampuni aku ya Allah. Makasih telah ajari aku cintai-Mu lewat jalan yang Kau sukai”[/font]
Edited by Yess! (29 Mar 10 10:56)
|
|
Top
|
|
|
|
#109391 - 29 Mar 10 22:26
Re: Kutipan dari Facebook
[Re: Ochi]
|
Member++
Registered: 17 Jan 10
Posts: 173
Loc: Jl. Wahid Hasyim
|
SUAMI & ISTRI Today at 10:39am ISTRIKU......Jika engkau Bumi, akulah Matahari Aku menyinari kamu, Kamu mengharapkan aku...... Ingatlah bahtera yg kita kayuh, begitu penuh riak gelombang Aku tetap menyinari Bumi, hingga kadang Bumi pun silau Lantas aku ingat satu hal.... Bahwa Tuhan mencipta bukan hanya Bumi, ada Planet-Planet yg juga mengharap aku sinari Jadi...... Relakanlah aku menyinari Planet lain, menebar Sinarku Menyampaikan faedah adanya aku, karna sudah kodrati dan Tuhan pun tak marah... BALASAN PUISI SANG ISTRISUAMIKU.....Bila kau memang Mentari, sang Surya penebar Cahaya..., Aku Rela kau berikan Sinarmu kepada segala Planet yang pernah TUHAN ciptakan karna mereka juga seperti aku, butuh penyinaran.. ... dan akupun juga tak akan merasa kurang dengan pencahayaanmu. .., AKAN TETAPIIIIIIII. ........ Bila kau hanya sejengkal lilin yg berkekuatan 5 watt, Jangan Bermimpi Menyinari Planet lain!!! Karena kamar kita yg kecil ini pun belum sanggup kau terangi Bercerminlah pada kaca di sudut kamar kita, ditengah remang-remang. ..... Pencahayaanmu yg telah aku mengerti untuk tetap menguak Mata Coba liat siapa dirimu... MENTARI atau LILIN ? PLEASE DEH.......!! !!!!!!!!! ! (hehe....ayak-ayak wae  )
|
|
Top
|
|
|
|
#109397 - 30 Mar 10 09:06
Re: Kutipan dari Facebook
[Re: Ochi]
|
Member++
Registered: 17 Jan 10
Posts: 173
Loc: Jl. Wahid Hasyim
|
CURHAT 6 Today at 12:54am
Hukum Alam
Suatu pagi saya dipanggil oleh dokter yang merawat isteri saya. Dokter berkata, “Pak , kami mohon izin untuk mengganti obat ibu”. Sayapun menjawab “Mengapa dokter meminta izin saya? Bukankan setiap pagi saya membeli berbagai macam obat di apotek dokter tidak meminta izin saya” Dokter itu menjawab “Karena obat yang ini mahal Pak .” “Memang harganya berapa dok?” Tanya saya. Dokter itu dengan mantap menjawab “Dua belas juta rupiah sekali suntik.” “Haahh 12 juta rupiah dok, lantas sehari berapa kali suntik, dok? Dokter itu menjawab, “Sehari tiga kali suntik pak '.
Setelah menarik napas panjang saya berkata, “Berarti satu hari tiga puluh enam juta, dok?” Saat itu butiran air bening mengalir di pipi. Dengan suara bergetar saya berkata, “Dokter tolong usahakan sekali lagi mencari penyakit isteriku, sementara saya akan berdoa kepada Yang Maha Kuasa agar penyakit istri saya segera ditemukan.”
“Pak kami sudah berusaha semampu kami bahkan kami telah meminta bantuan berbagai laboratorium dan penyakit istri Bapak tidak bisa kami deteksi secara tepat, kami harus sangat hati-hati memberi obat karena istri Bapak juga sedang hamil 8 bulan, baiklah kami akan coba satu kali lagi tapi kalau tidak ditemukan kami harus mengganti obatnya, pak.” jawab dokter.
Setelah percakapan itu usai, saya pergi menuju mushola kecil dekat ruang ICU. Saya melakukan sembahyang dan saya berdoa, “Ya Allah Ya Tuhanku… aku mengerti bahwa Engkau pasti akan menguji semua hamba-Mu, akupun mengerti bahwa setiap kebaikan yang aku lakukan pasti akan Engkau balas dan akupun mengerti bahwa setiap keburukan yang pernah aku lakukan juga akan Engkau balas. Ya Tuhanku… gerangan keburukan apa yang pernah aku lakukan sehingga Engkau uji aku dengan sakit isteriku yang berkepanjangan, tabunganku telah terkuras, tenaga dan pikiranku begitu lelah. Berikan aku petunjuk Ya Tuhanku. Engkau Maha Tahu bahkan Engkau mengetahui setiap guratan urat di leher nyamuk. Dan Engkaupun mengetahui hal yang kecil dari itu. Aku pasrah kepada Mu Ya Tuhanku. Sembuhkanlah istriku. Bagimu amat mudah menyembuhkan istriku, semudah Engkau mengatur milyaran planet di jagat raya ini.”
Ketika saya sedang berdoa itu tiba-tiba terbersit dalam ingatan akan kejadian puluhan tahun yang lalu. Ketika itu, saya hidup dalam keluarga yang miskin papa. Sudah tiga bulan saya belum membayar biaya sekolah yang hanya Rp. 25 per bulan. Akhirnya saya memberanikan diri mencuri uang ibu saya yang hanya Rp. 125. Saya ambil uang itu, Rp 75 saya gunakan untuk mebayar SPP, sisanya saya gunakan untuk jajan.
Ketika ibu saya tahu bahwa uangnya hilang ia menangis sambil terbata berkata, “Pokoknya yang ngambil uangku kualat… yang ngambil uangku kualat…” Uang itu sebenarnya akan digunakan membayar hutang oleh ibuku. Melihat hal itu saya hanya terdiam dan tak berani mengaku bahwa sayalah yang mengambil uang itu.
Usai berdoa saya merenung, “Jangan-jangan inilah hukum alam dan ketentuan Yang Maha Kuasa bahwa bila saya berbuat keburukan maka saya akan memperoleh keburukan. Dan keburukan yang saya terima adalah penyakit isteri saya ini karena saya pernah menyakiti ibu saya dengan mengambil uang yang ia miliki itu.” Setelah menarik nafas panjang saya tekan nomor telepon rumah dimana ibu saya ada di rumah menemani tiga buah hati saya. Setelah salam dan menanyakan kondisi anak-anak di rumah, maka saya bertanya kepada ibu saya “Bu, apakah ibu ingat ketika ibu kehilangan uang sebayak seratus dua puluh lima rupiah beberapa puluh tahun yang lalu?”
“Sampai kapanpun ibu ingat Mil. Kualat yang ngambil duit itu Mil, duit itu sangat ibu perlukan untuk membayar hutang, kok ya tega-teganya ada yang ngambil,” jawab ibu saya dari balik telepon. Mendengar jawaban itu saya menutup mata perlahan, butiran air mata mengalir di pipi.
Sambil terbata saya berkata, “Ibu, maafkan saya… yang ngambil uang itu saya, bu… saya minta maaf sama ibu. Saya minta maaaaf… saat nanti ketemu saya akan sungkem sama ibu, saya jahat telah tega sama ibu.” Suasana hening sejenak. Tidak berapa lama kemudian dari balik telepon saya dengar ibu saya berkata: “Ya Tuhan pernyataanku aku cabut, yang ngambil uangku tidak kualat, aku maafkan dia. Ternyata yang ngambil adalah anak laki-lakiku. Kamu nggak usah pikirin dan doakan saja isterimu agar cepat sembuh.” Setelah memastikan bahwa ibu saya telah memaafkan saya, maka saya akhiri percakapan dengan memohon doa darinya.
Kurang lebih pukul 12.45 saya dipanggil dokter, setibanya di ruangan sambil mengulurkan tangan kepada saya sang dokter berkata “Selamat pak, penyakit isteri bapak sudah ditemukan, infeksi pankreas. Ibu telah kami obati dan panasnya telah turun, setelah ini kami akan operasi untuk mengeluarkan bayi dari perut ibu.” Bulu kuduk saya merinding mendengarnya, sambil menjabat erat tangan sang dokter saya berkata. “Terima kasih dokter, semoga Tuhan membalas semua kebaikan dokter.”
Saya meninggalkan ruangan dokter itu…. dengan berbisik pada diri sendiri “Ibu, I am sorry.”
(cerita nyata kiriman seseorang)
|
|
Top
|
|
|
|
#109494 - 03 Apr 10 14:05
Re: Kutipan dari Facebook
[Re: Ochi]
|
Member++
Registered: 17 Jan 10
Posts: 173
Loc: Jl. Wahid Hasyim
|
April 3 at 10:12am
Booking-in Saya di Neraka!
Dalam sebuah perjalanan yang cukup panjang; di sebuah mikrobus, ada seorang perempuan muda berpakaian kurang layak untuk dideskripsikan sebagai penutup aurat, karena menantang kesopanan. Ia duduk diujung kursi dekat pintu keluar. Tentu saja dengan cara pakaian seperti itu mengundang ‘perhatian’ kalau bisa dibahasakan sebagai keprihatinan sosial.
Seorang bapak setengah baya yang kebetulan duduk disampingnya mengingatkan bahwa pakaian yang dikenakannya bisa mengakibatkan sesuatu yang tak baik bagi dirinya sendiri. Disamping itu, pakaian tersebut juga melanggar aturan agama dan norma kesopanan. Orang tua itu bicara agak hati-hati, pelan-pelan, sebagaimana seorang bapak terhadap anaknya.
Apa respon perempuan muda tersebut? Rupanya dia tersinggung, lalu ia ekspresikan kemarahannya karena merasa hak privasinya terusik. Hak berpakaian menurutnya adalah hak prerogatif seseorang!
“Jika memang bapak mau, ini ponsel saya. Tolong pesankan saya, tempat di neraka Tuhan Anda!”
Sebuah respon yang sangat frontal. Orang tua berjanggut itu hanya beristighfar. Ia terus menggumamkan kalimat-kalimat Allah. Penumpang lain yang mendengar kemarahan si wanita ikut kaget, lalu terdiam.
Detik-detik berikutnya, suasana begitu senyap. Beberapa orang terlihat kelelahan dan terlelap dalam mimpi, tak terkecuali perempuan muda itu.
Lalu sampailah perjalanan di penghujung tujuan, di terminal terakhir mikrobus . Kini semua penumpang bersiap-siap untuk turun, tapi mereka terhalangi oleh perempuan muda tersebut yang masih terlihat tidur, karena posisi tidurnya berada dekat pintu keluar.
“Bangunkan saja!” kata seorang penumpang. “Iya, bangunkan saja!” teriak yang lainnya.
Gadis itu tetap bungkam, tiada bergeming.
Salah seorang mencoba penumpang lain yang tadi duduk di dekatnya mendekati si wanita, dan menggerak-gerakkan tubuh si gadis agar posisinya berpindah. Namun, astaghfirullah! Apakah yang terjadi? Perempuan muda tersebut benar-benar tidak bangun lagi. Ia menemui ajalnya dalam keadaan memesan neraka!
Kontan seisi mikrobus berucap istighfar, kalimat tauhid serta menggumamkan kalimat Allah sebagaimana yang dilakukan bapak tua yang duduk di sampingnya. Ada pula yang histeris meneriakkan Allahu Akbar dengan linangan air mata.
Sebuah akhir yang menakutkan. Mati dalam keadaan menantang Tuhan. Seandainya tiap orang mengetahui akhir hidupnya…. Seandainya tiap orang menyadari hidupnya bisa berakhir setiap saat… Seandainya tiap orang takut bertemu dengan Tuhannya dalam keadaan yang buruk… Seandainya tiap orang tahu bagaimana kemurkaan Allah… Sungguh Allah masih menyayangi kita yang masih terus dibimbing-Nya. Allah akan semakin mendekatkan orang-orang yang dekat dengan-NYA semakin dekat.
Dan mereka yang terlena seharusnya segera sadar… mumpung kesempatan itu masih ada!
Apakah booking tempatnya terpenuhi di alam sana? Wallahu a’lam.
|
|
Top
|
|
|
|
#109819 - 17 Apr 10 11:24
Re: Kutipan dari Facebook
[Re: bulegaul]
|
Member++
Registered: 17 Jan 10
Posts: 173
Loc: Jl. Wahid Hasyim
|
KELEDAI
Suatu hari, seorang ayah dan anaknya sedang berjalan dari desa menuju ke pasar. Mereka berdua berjalan menuntun seekor keledai. Di tengah perjalanan, mereka berjumpa salah seorang teman mereka.
“Mau kemana kalian?” kata si teman.
“Oh, kita mau ke pasar,” jawab si ayah.
“Ooo..… tapi knp keledainya gak ditunggangin saja, kan pasar masih jauh, bodoh banget punya keledai tapi di sia2kan,” kata si teman.
Si Ayah mendengar ucapan tadi, lantas berpikir.. iya...ya benar juga, kenapa kita tidak tunggangin saja keledainya, apa gunanya keledai kalo cuma dituntun saja. akhirnya si ayah berkata pada anaknya.
“Anakku, kamu saja yang tunggangin keledainya, biar ayah yang jalan, keledainya sepertinya cuma bisa ditunggangin satu orang,”kata si ayah.
Si anak pun akhirnya menunggangi keledai, sedangkan si ayah menuntun sambil jalan. Mereka berdua berjalan terus, namun tak lama kemudian, mereka berjumpa salah satu tetangga mereka.
“hah, kok kamu tega-teganya membiarkan bapakmu yang menuntun keledai, kamu malah asyik-asyik nunggang keledai, sementara ayahmu berjalan kaki,”kata tetangga mereka pada si anak.
“Iya yah,“ gumam si anak. Teganya saya membiarkan ayah saya berjalan, sementara saya enak-enak duduk di atas keledai.
Akhirnya si anak turun dan meminta ayahnya saja yang naik ke atas punggung keledai. Dan mereka pun jalan lagi.
Tak lama mereka berjalan, mereka menjumpai salah seorang teman si ayah mereka,dan berkata:“ gimana sih kamu ini? Knp anakmu dibiarin berjalan kaki, sementara kamu duduk-duduk enak di atas keledai, apa kamu gak sayang sama anakmu? kan keledai itu sepertinya bisa ditunggangin dua orang,” ungkap si teman pada si ayah.
Si ayah yang mendengar ucapan tadi, akhirnya menarik anaknya naik juga di atas keledai. Mereka berdua pun berjalan lega, tanpa cape karena menunggangi keledai, namun memang keledai mereka berjalan lebih lamban dari semula karena sekarang ditunggangi dua orang.
“Waduh, waduh…. kalian ini keterlaluan sekali,” tiba-tiba terdengar ucapan seseorang.
Si ayah dan anak menoleh ke arah sumber suara. Ternyata sumber suara itu berasal dari dua orang yang mereka tidak kenal.
“Kasihan sekali keledai ini, ditunggangin dua orang, padahal dari jalannya saja keledai ini kelihatannya letih sekali. Pasti keledai ini sudah menempuh perjalanan jauh, dan memikul beban yang berat karena ditunggangin dua orang yang tidak kasihan terhadap keledai mereka. Betul-betul tidak berperikemanusiaan (red: berperikehewanan :-) ) ,” ucap dua orang ini.
Si ayah dan anak melihat keledai mereka. Dan mereka memang melihat keledai ini bernafas kecapean, nampak lelah sekali. Betul juga yah omongan orang tadi, keledai kita sepertinya kecapean, kok kita tega membiarkan keledai yang sudah lama jadi peliharaan kita ini kecapean seperti ini. Akhirnya si ayah dan anak mengambil keputusan. Mereka tetap jalan ke pasar.
Sesampai mereka berdua di pasar, semua orang memandang kepada pasangan ayah dan anak ini. Semua orang tersenyum, bahkan malah ada yang tertawa.
“Hahaha…ini pasangan ayah dan anak yang lucu sekali… Baru kali ini saya melihat dua orang ayah dan anak menggendong keledai… hahaha… Keledai kok digendong, bukannya ditunggangin…” ucap beberapa orang di pasar.
Cerita ini berasal dari seorang pengusaha. Beliau bercerita banyak bahwa terkadang orang hidup berdasarkan perkataan orang lain. Dia menjalankan suatu usaha, namun mendapat cemoohan, ejekan, perkataan yang tidak enak dari teman-teman, saudara, yang perkataan tadi kurang atau tidak mendukung bisnis yang dia lakukan. Sehingga akhirnya orang ini berhenti menjalankan bisnisnya karena banyak mendengarkan perkataan orang-orang tersebut. Padahal di saat dia susah, orang-orang yang mencemooh tadi belum tentu juga membantu, malah terkadang semakin mencemooh.
Sama seperti ketika seseorang mengadakan resepsi pernikahan.Saat akan mengadakan hajatan pernikahan yang sederhana saja disebabkan masalah biaya, ada orang-orang yang berkomentar,” masa pernikahan dirayakan segini aja, gak ada pesta besarnya, pernikahan itu kan sekali seumur hidup, harusnya dirayakan secra meriah.”
Namun pada saat kita mengadakan resepsi pernikahan secara besar-besaran pun, ada juga orang yang akan berkomentar,”Wah, zaman lagi susah cari duit, harusnya hemat...buang2 duit ngadain pesta besar seperti itu. Apa mereka yang buat pesta tdk mikir ya?
Nah untuk anda yang sedang menjalani suatu kehidupan, suatu bisnis, suatu pekerjaan, dan anda menemui orang-orang yang kurang atau tidak setuju dengan apa yang anda lakukan, mudah-mudahan cerita di atas bisa membantu anda untuk mengambil suatu sikap dalam menjalankan hidup ini.
Saya pernah membaca sebuah karya tulisan yang mengatakan seperti ini : Apapun yang kita lakukan, selalu ada 1/3 bagian orang yang menolak apa yang kita lakukan/katakan, 1/3 bagian orang yang mendukung dan 1/3 bagian lagi yang pada posisi netral. Ini sudah hukum alam.
Bagi anda yang sudah mengalami banyak penolakan, banyak ejekan, banyak cemoohan, banyak yang tidak mendukung apa yang anda lakukan, anda tidak perlu merasakan kecewa, karena anda juga mempunyai 1/3 bagian yang akan mendukung usaha anda, dan 1/3 bagian lagi yang pada posisi netral pada awalnya, namun kalau anda terus berjuang, 1/3 bagian netral ini bisa jadi akan mendukung anda. Tinggal masalah waktu dan konsistensi anda untuk menyampaikan informasi yang benar tentang usaha anda, pekerjaan anda pada mereka. Terus bertindak, berusaha, membuktikan bahwa ANDA BISA, PASTI BISA, BISA KARENA TERBIASA!!!
|
|
Top
|
|
|
|
#110153 - 02 May 10 14:20
Re: Kutipan dari Facebook
[Re: Ochi]
|
Member
Registered: 02 May 10
Posts: 2
Loc: Indonesia
|
|
|
Top
|
|
|
|
#111705 - 18 Jul 10 10:20
Re: Kutipan dari Facebook
[Re: Ujang]
|
Member++
Registered: 17 Jan 10
Posts: 173
Loc: Jl. Wahid Hasyim
|
Waktu Berjalan Mundur
Beberapa tahun ini terdapat fenomena baru yang menurut mereka planet lain sudah mulai berbalik arah dan matahari terbit dari arah barat!
PENELITIAN ILMIAH
Dr.Neil Grant, peneliti Natural Philosophy, bersama 30 mahasiswanya mengamati gerakan ganjil pepohonan di Sungai Amazon, Brazil dalam jangka waktu cukup lama. Akhirnya, ia menemukan teori bahwa waktu sebenarnya berjalan mundur. Namun, kita merasakannya seolah-olah maju ke masa depan.
NASA, mereka pernah mengatakan bahwa sudah banyak planet yang berbalik arah putar, jika pada planet bumi kita ini matahari masih terbit dari arah timur, maka beberapa tahun ini terdapat fenomena baru yang menurut mereka planet lain sudah mulai berbalik arah dan matahari terbit dari arah barat.
Dari sisi ilmiah, inilah pertanda akhir zaman mendekati kiamat, sebagaimana petunjuk dari Rasullullah shallallahu ‘alaihi wassalam.
"Tidak akan terjadi hari kiamat sehingga matahari terbit dari arah barat. Maka apabila matahari sudah terbit dari arah barat, lalu para manusiapun akan beriman seluruhnya. Tetapi kelakuan mereka yang demikian pada waktu itu sudah tidak berguna lagi, keimanan seseorang yang belum pernah beriman sebelum peristiwa tersebut atau memang belum pernah berbuat kebaikan dengan keimanan yang sudah dimilikinya itu." (Diriwayatkan oleh Bukhari, Muslim dan Abu Daud dari Abu Hurairah)
"Dan barangsiapa Kami panjangkan umurnya, Kami akan kembalikan ke ciptaan semula. Tidakkah mereka berpikir?" (Q.S. Yaasin 36: 68)
Dalam Tafsir Jami’ul Ahkam al-Qurthuby, Qatadah mengatakan bahwa ayat tersebut menjelaskan bahwa orang yang lanjut usia akan menjadi pikun dan kembali seperti anak-anak.
Tantangan Allah: afala ya’qilun, "mengapa mereka tidak berpikir", belum terpuaskan.
Jika ayat tersebut hanya tentang urusan: siapa yang tua akan pikun, terlalu biasa. Pasti ada sesuatu yang ingin Allah beritahukan kepada kita. Misalnya, sebagaimana halnya manusia menjadi tua dan akhirnya berbalik surut menjadi anak-anak, alam pun demikian. Hal ini sejalan dengan teori baru tentang mundurnya waktu, reverse time.
Masa lalu, masa depan, masa sekarang itu semua sudah ada. Subhanallah. Bukankah itu pernyataan Al Quran?
Ya’lamu ma baina aidihim wama kholfahum. "Dia tahu apa yang di masa depan dan apa yang di masa lalu mereka." (Q.S. Al Baqarah 2: 255).
Wallahu kholaqokum wama ta’malun, "Allah menciptakan kamu dan perbuatanmu." (Q.S. As-Shaaffaat 37: 96).
Ma ashoba min mushibatin fil ardli wala fi anfusikum illa fi kitabin min qobli an-nabro aha. "Tidaklah Kami timpakan musibah di bumi dan dirimu kecuali sudah ada dalam kitab sebelum Kami wujudkan ." (Q.S. Al Hadid 57: 22).
Jadi, semua itu memang sudah lengkap ada sebelumnya. Dan kita jalani maju atau mundur.
Di alam semesta, teori Big Bang juga bercabang.
Teori pertama mengatakan bahwa alam akan mengembang terus tak berakhir sampai semuanya gelap gulita, dingin karena jarak antarbenda semakin berjauhan tak terhingga.
Menurut teori kedua, pada titik tertentu gaya mengembang kehilangan kekuatan, alam kembali mengerut dan terus mengerut sampai menjadi satu titik padat kembali. Ini disebut The Big Crunch. Dalam masa mengerut tadi, waktu berjalan terbalik. Semua hal yang terjadi pada saat alam mengembang, jadi berbalik, tidak ada yang tumbuh dan menua.
Manusia berjalan mundur, memuda, mengecil. Matahari berbalik arah. Semua mundur, tetapi manusia tidak merasakannya. Akhirnya, kiamat terjadi ketika semua melebur, kembali ke asal. Waman nu’ammirhu nunakkishu fil khalqi.
"Apa pun(manusia dan alam semesta) yang Kami panjangkan umurnya, Kami kembalikan ke kejadian asal." (Q.S. Yaasin 36: 68).
APAKAH INI PENEYEBAB ARAH KIBLAT JUGA BERUBAH? Shodaqallahul'azim.
|
|
Top
|
|
|
|
|
thrift whore 1. a person who shops at many different thrift stores, thereby often finding wonderful deals.
2. One who feels the urge to brag about every single piece of crp they find at a thrift store.
Becky is such a thrift whore- she found a flying horse for a dollar!
|
|
|